19/06/15

Pembuatan patung Tugu Toga Aritonang di Sumatra Utara

gambar tugu aritonang
Patungindonesia.com - Pembuatan patung Tugu Toga Aritonang di Sumatra Utara. Aritonang merupakan salah satu marga Batak khususnya berada di Toba.Anak laki - laki ke enam Raja Lontung adalah Aritonang sedangkan Raja Lontung sendiri adalah anak dari Saribu Raja yang merupakan salah satu keturunan langsung Gru Tateabuan dimana Guru Tatebuan sendiri merupakan anak sulung dari si Raja Batak.

Dalam garis keturunan si Raja Lontung memiliki 7 anak laki - laki dan 2 anak perempuan. Dari perkawinanya Aritonang mempunyai tiga orang Anak Laki - laki yang tercatat hidup dan meneruskan keturunanya hingga saat ini dan ketiganya kini telah berkembang  menjadi belahan Marga Aritonang yang semi independent yaitu :

Ompusunggu, Rajagukguk, Simaremare.
gambar patung indonesia tugu aritonang
patung indonesia patung tugu aritonang
Marga Aritonang kebanyakan bermukim didaerah Muara-Toba yang terletak dipesisir timur Danau Toba dan juga banyak terdapat di Pulau Sibandang danau Toba Sumatara Utara. Keturunan Aritonang banyak juga yang telah merantau dan berkembang sejak berabad tahun yang lalu.

Didaerah Muara Ketiga marga Aritonang tersebut  telah saling menikahi karena mayoritas penduduk Muara adalah bermarga Aritonang dan hal ini sudah umum terjadi serta sudah diakui secara adat namun akan tetapi khusus untuk satu belahan anak marga yang sama tetap tidak boleh dilakukan pernikahan.

Banyak para tokoh penting dipemerintahan kita berasal dari marga Aritonang diantaranya Edward Aritonang (Mantan Kadispen Mabes Polri,Kapolda NTT,Kapolda Jawa Tengan),Adolf Sahala Rajagukguk (Mantan wakasad TNI,Dubes RI),Baharuddin Aritonang (Anggota BPK).
Disadur dari Wikipedia bahasa indonesia

Alkhamdulilah merupakan sautu kebanggan tersendiri pada bulan Febuari 2015 K17 Cipta Karya dipercaya oleh PT.GRC PRIMA selaku pelaksana proyek pembangunan Tugu Toga Aritonang di Ambar bolak Desa Aritonang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Kami Team Pematung K17 Cipta Karya pimpinan Bapak Agus Hadi dipercaya untuk menangani pembuatan patung Ompusunggu, Rajagukguk, dan Simaremare Tugu Toga Aritonang.

Patung Ompusunggu, Rajagukguk,dan Simaremare setinggi 17 Meter terbuat dari bahan Material GRC diletakn diruang yang terdapat ditengah Tugu Toga Aritonang yang memiliki ketinggan mencapai kurang lebih 30 meter dari pondasi utamanya.Proses pembuatan patungnya sendiri kami kerjakan di bawah dan pemasangan patungnya sendiri diangkat dengan tali secara manual oleh Team pematung K17 Cipta Karya dibantu oleh Team Grc prima selaku pembuat Tugu Toga Aritonang.

Dikutip dari Medan Bisnisdaily.com tertanggal selasa 20 mei 2014 Tokoh Pomparan Aritonang Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang kepada Wartawan didampingi Manohom H Aritonang Sekertaris Akaindo Sumut dan ketua Panitia Bonapasogit Benget Aritonang mengatakan,pembangunan Tugu ini merupakan simbol persaudaraan Pomparan Aritonang.

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu (Edward Aritonang) menjelaskan pembangunan Tugu dimaksud untuk menjadi salah satu upaya mempersatukan Pomparan Toga Aritonang yang ada diBonapasogit dan yang berada diperantauan.Menurut Beliau bahwa moment pembangunan tugu Aritonang akan menjadi media pemersatu dan semakin solid,dan tercipta sifat tolong menolong untuk membangun keturunan Toga Aritonang semakin maju dibidang sosial ekonomi maupun bidang pendidikan sebab sudah tertinggal dibanding Marga-marga lainya.

peletakan batu pertama pembuatan Tugu Toga Aritonang
Keturunan Aritonang sendiri sangat antusias dengan dibangunya Tugu Toga Aritonang tersebut. Setiap hari banyak keturunan dari Aritonang yang berkunjung ke lokasi pembuatan Tugu Toga Aritonang. Mereka datang dari berbagai tempat bahkan banyak keturunan Aritonang yang berada diperantauan pun karena rasa penasaran Mereka datang ke lokasi pembuatan Tugu Toga Aritonang. Tampak dari raut muka mereka kekaguman dan rasa bangga atas dibangunya Tugu Persaudaraan Aritonang tersebut.

Berdasarkan informasi yang Saya ketahui dari googling bahwa peresmian Monumen Tugu Toga Aritonang yang di pusatkan di desa Aritonang Muara akan di laksanakan selama dua Hari, yaitu tanggal 16 Oktober sampai tanggal 17 Oktober.Tanggal 10 Oktober akan dilaksanakan Tonggo Hula hula dan Tonggo dongan tubu, tanggal 14 marria raja, tanggal 15 melaksanakan Bhakti Sosial dengan melaksanakan pengobatan gratis dan pemberian bea siswa kepada anak pomparan Toga Aritonang yang berprestasi sebanyak 500 orang, Csa untuk empat Gereja, di perkirakan biaya pesta 1 Miliar rupiah.Menurut ungkapan ketua Umum Aritonang se-Indonesia itu.Dan pada acara pesta peresmian tersebut diperkirakan akan di hadiri 10 sampai 15 ribu keturunan Toga Aritonang se-Indonesia.
Di kutip dari palapapos.com

Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Kepala Adat, Warga keturunan Aritonang dan Masyrakat sekitar yang pada saat berkunjung ke lokasi pembuatan Tugu Toga Aritonang degan ringan tangan telah sudi memberikan makanan, roko dan juga uang untuk para pekerja pembuatan Tugu Toga Aritonang. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas suasana kekeluargaan yang dicipkan oleh Bapak Kepala Adat, warga desa Aritonang dan Warga Muara selama Kami menyelesaikan pembangunan Tugu persaudaraan Aritonang hingga selesai dan ini akan menjadi pengalam hidup yang tidak akan terlupakan. Semoga dilain waktu Kita bisa berjumpa lagi.

Back To Top